9 - 12 SEP 2026

Jakarta International Expo

Nilai Ekspor Hasil Tambang Non Migas Indonesia Tahun 2025

Photo: stock.adobe.com

Kinerja ekspor sektor pertambangan terus menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kekuatan ekonomi berbasis sumber daya alam di Indonesia. Setiap komoditas tambang memiliki kontribusi yang berbeda terhadap total nilai ekspor, tergantung pada permintaan global, ketersediaan sumber daya, serta dinamika harga di pasar internasional. Perbedaan ini mencerminkan bagaimana struktur ekspor tambang Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh komoditas unggulan tertentu.

Melalui data BPS 2025, terlihat bahwa distribusi nilai ekspor hasil tambang menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan antar komoditas. Beberapa komoditas mencatatkan kontribusi yang sangat dominan, sementara lainnya hanya menyumbang porsi kecil terhadap total ekspor. Kondisi ini menjadi gambaran penting bagi pelaku industri dan pemangku kebijakan dalam menyusun strategi diversifikasi dan peningkatan nilai tambah sektor pertambangan ke depan.

Kontribusi Komoditas Tambang Non Migas terhadap Ekspor Indonesia

Batu Bara

Batu bara menjadi komoditas dengan nilai ekspor terbesar sepanjang 2025, mencapai US$24,48 miliar atau sekitar 68,85% dari total ekspor hasil tambang. Dominasi ini menegaskan bahwa batu bara masih menjadi tulang punggung ekspor sektor pertambangan Indonesia, didorong oleh tingginya permintaan global sebagai sumber energi utama.

Dari sisi volume, batu bara juga mendominasi dengan berat bersih ekspor sekitar 390.925 ton, jauh melampaui komoditas tambang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa selain bernilai tinggi, batu bara juga diperdagangkan dalam skala besar. Kombinasi antara volume yang masif dan nilai ekspor yang dominan menjadikan batu bara sebagai komoditas paling berpengaruh dalam struktur ekspor tambang Indonesia. 

Lignit 

Lignit menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar US$5,73 miliar atau sekitar 16,11% dari total. Sebagai bagian dari kelompok batu bara dengan kualitas berbeda, lignit tetap memiliki permintaan pasar, terutama untuk kebutuhan energi tertentu di berbagai negara.

Jika dilihat dari volume, lignit juga mencatatkan berat bersih ekspor yang cukup besar, yakni sekitar 133.073 ton. Meskipun volumenya tinggi, nilai ekspornya masih berada di bawah batu bara, menunjukkan bahwa lignit memiliki harga yang relatif lebih rendah per satuan dibandingkan batu bara.

Bijih Tembaga

Bijih tembaga mencatatkan nilai ekspor sebesar US$4,89 miliar atau sekitar 13,75% dari total. Walaupun kontribusinya kecil, komoditas ini memiliki peran strategis karena menjadi bahan baku penting dalam industri manufaktur, elektronik, hingga energi terbarukan.

Dari sisi volume, berat bersih ekspor bijih tembaga relatif jauh lebih kecil dibandingkan komoditas energi, yaitu sekitar 1.460 ton. Hal ini menunjukkan bahwa tembaga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi per satuan berat, sehingga meskipun volumenya rendah, tetap memberikan kontribusi nilai yang signifikan.

Batu Kerikil

Batu kerikil memiliki nilai ekspor sebesar US$64,9 Juta atau sekitar 0,18% dari total. Komoditas ini umumnya digunakan dalam sektor konstruksi dan infrastruktur, sehingga kontribusinya dalam ekspor cenderung terbatas.

Namun, dari sisi volume, batu kerikil mencatatkan berat bersih ekspor sekitar 9.204 ton. Besarnya volume yang tidak sebanding dengan nilai ekspor menunjukkan bahwa komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah per satuan, sehingga lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.

Komoditas Lainnya

Kategori lainnya menyumbang nilai ekspor sekitar US$190,8 Juta atau 0,54% dari total. Kelompok ini mencerminkan berbagai jenis komoditas tambang yang belum menjadi andalan utama dalam perdagangan internasional Indonesia.

Dari sisi volume, komoditas lainnya memiliki berat bersih ekspor yang bervariasi, dengan total sekitar 4.417 ton. Meskipun kontribusinya kecil, kelompok ini tetap menunjukkan potensi diversifikasi ekspor yang dapat dikembangkan melalui peningkatan nilai tambah di masa depan.

Indonesia Energy & Engineering Series Balikpapan 2026: Mendorong Transformasi Industri Pertambangan Modern

Kinerja ekspor hasil tambang yang masih didominasi oleh batu bara menunjukkan bahwa industri pertambangan Indonesia memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun, di balik dominasi tersebut, terdapat tantangan besar terkait diversifikasi komoditas, peningkatan nilai tambah, serta efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Oleh karena itu, transformasi industri melalui inovasi teknologi, optimalisasi operasional, dan penguatan rantai pasok menjadi langkah penting untuk menciptakan sektor pertambangan yang lebih adaptif dan berkelanjutan di masa depan.

Penasaran dengan tren terbaru, inovasi teknologi, serta peluang bisnis di sektor pertambangan? Ingin terhubung langsung dengan para pelaku industri dan membuka peluang kolaborasi strategis? Registrasi sekarang dan hindari antrean saat pameran berlangsung dengan cara klik tautan berikut: Pra-registrasi di sini!

Bergabunglah dengan kami dalam Mining Indonesia Balikpapan 2026. Kunjungi website kami di https://www.iee-series.com/balikpapan/ untuk mendapatkan informasi terkini seputar industri pertambangan, konstruksi, dan energi. Ikuti juga akun Instagram kami @mining.indonesia untuk update pameran dan insight menarik seputar industri pertambangan.


Referensi